Mencari Informasi Alamat IP Melalui Situs Online

IP address adalah sebuah identifikasi numerik yang terdapat pada perangkat komputer di jaringan. Dengan alamat IP yang unik, maka kita dengan mudah dapat mengetahui banyak informasi dari hanya sebuah alamat IP. Di internet banyak terdapat layanan online dari sebuah situs yang dapat kita gunakan untuk mencari asal Lokasi Geografis sebuah alamat IP. Namun data yang dicapai boleh jadi mungkin tidak selalu benar. Hal ini disebabkan oleh adanya IP dinamis.
Dengan layanan2 situs web online kita dapat mengetahui ISP apa yang sedang kita gunakan, alamat IP, bahkan terkadang mampu mengetahui kecepatan koneksi dan nama stasiun hanya dengan alamat IP. Pada artikel ini saya akan memberikan informasi 3 buah situs dari sekian banyak situs yang menyediakan layanan seperti diatas.

IP2Location : http://www.ip2location.com

Ketika anda membuka situs ini maka dengan otomatis mendeteksi IP yang anda gunakan untuk ditampilkan informasinya. Anda juga dapat memasukkan alamat IP lain secara manual pada sisi kanan halaman.

IpLocator : http://www.geobytes.com/ipLocator.htm

Layanan gratis ini cukup akurat karena menyediakan informasi yang lebih banyak dan detil. Dari para user yang pernah menggunakan layanan situs ini menyatakan bahwa hasil yang dicapai tingkat kebenarannya sangat tinggi.

IpGeoInfo : http://www.ipgeoinfo.com

Layanan ini mempunyai kelebihan yaitu menampilkan letak geografis dengan memanfaatkan layanan dari Google Maps. Anda juga dapat mengetahui informasi nama host yang akan secara otomatis dikonversi menjadi alamat IP.

Dirangkum dari :
http://www.d60pc.com/2009/04/14/mencari-informasi-alamat-ip-melalui-situs-online/

Advertisements

Spyware Doctor v6.0.1.440

Spyware Doctor v6.0.1.440 provides three-way spyware protection for your PC through real-time threat blocking, advanced system scanning and immunization against known browser infections. Spyware Doctor is a multi-award winning spyware removal utility that detects, removes and protects your PC from thousands of potential spyware, adware, Trojans, keyloggers, spybots and tracking threats. Protect your privacy and computing habits from prying eyes and virtual trespassers with the help of Spyware Doctor.

Anti-virus software and firewalls do not fully protect your system against the majority of spyware and privacy threats. Because spyware is commonly bundled with software downloads, attached to e-mails, or transmitted through networks it can appear to be legitimate software, but once installed it can be nearly impossible to detect and remove without the help of a dedicated spyware removal tool like Spyware Doctor.

Spyware Doctor is advanced technology designed especially for people, not just experts. That is one reason why it won the People’s Choice Award in 2005, 2006 and 2007. It is automatically configured out of the box to give you optimal protection with limited interaction so all you need to do is install it for immediate and ongoing protection.

Spyware Doctor’s advanced OnGuard technology only alerts users on a true Spyware detection. This is significant because you should not be interrupted by cryptic questions every time you install software, add a site to your favorites or change your PC settings. Such messages can be confusing and lead to undesirable outcomes such as inoperable programs, lost favorites or even Spyware being allowed to install on the system. We’ve done the research so you don’t have to.

Spyware Doctor Tools:
– Spyware & Adware Scanner Keylogger
– Guard Popup
– Blocker Phishing
– Protector Real Time
– Protection Browser
– Guard Spyware Cookie
– Guard Malware
– Immunizer

Spyware Doctor Key Features:
– Comprehensive Malware Protection
Spyware Doctor provides protection against identity theft, stealthy spyware, aggressive adware, browser hijackers, malicious ActiveX objects, malware Trojans, tracking cookies, keyloggers, dialers, and other malware. The optional anti-virus module also protects your computer from viruses, worms, Trojan horse threats, and other malicious infections.
– Constant Real-time Protection
Through its unique OnGuard feature Spyware Doctor provides constant protection against malware. OnGuard works by blocking both known and unknown malware threats before they can install and cause any harm to a computer. OnGuard constantly monitors for malicious behavior involving spyware processes, tracking cookies, malicious ActiveX objects, browser hijackers, keyloggers, Trojans and more.
– Advanced Detection and Removal Technology
– By running an Intelli-Scan?, Full Scan or Custom Scan, Spyware Doctor will inspect the computer for all types of spyware and virus1 infections. Spyware Doctor is top rated by industry experts as being extremely effective in removing particularly nefarious threats such as rootkits and keyloggers2.
– The unique Intelli-Scan? feature is specifically designed to hunt swiftly and kill active running spyware threats in as little as 3 minutes3, attributed to the intuitive and patent-pending spider scanning technology. This new technology works intelligently by using a combination of signature and behavioral scanning techniques to quickly and effectively identify internet threats.
– Protection against zero-day threats – Behavioral Heuristic Detection
Spyware Doctor delivers effective zero day protection against rootkits and keyloggers (in both scanning and OnGuard real-time areas) by monitoring for suspicious behavior and blocking applications that exhibit signs of malicious activity.
– Advanced Rootkit Detection
Spyware Doctor is capable of detecting and removing hidden processes and files associated with complex threats and rootkits. Using behavioral techniques, rootkits and other items that attempt to hide themselves deep in the computer operating system are effectively detected and removed.
– Works silently in the background with low CPU usage
When in monitoring mode Spyware Doctor has been designed to work silently in the background, with little impact to the end user, threats are blocked and removed without any system impact, while only a small alert window is displayed to advise the user it has been protected against an attack. When running a scan, the CPU Priority settings allow users to lower the priority of the scanning in order to reduce CPU usage and impact to the computer while in use. Selecting this option may increase scan time but will ease CPU usage when other applications are running at the same time.
– Automatic and silent Smart Updates
Frequent updates to detect and guard computers against new threats and viruses as well as provide enhancements to Spyware Doctor are automatically installed and downloaded through the Smart Update function. Threat signatures are updated every business day or within hours of a high risk malware outbreak to protect you from the latest online threats.
– Most internationally awarded anti-spyware product
Spyware Doctor is consistently awarded editors choice and top rating by numerous internationally recognized and respected industry publications, making Spyware Doctor the most internationally awarded anti-spyware product. For a full listing of all our awards visit: PC Tools – Award-winning Software

Free Download Spyware Doctor v6.0.1.440 with Size: 17.31 MB
http://www.getupload.org/en/file/14516/Spyware-Doctor-6-0-1-440-rar

Mengenal Probiotik

Probiotik berasal dari kata pro berarti mendukung (lawan katanya anti yang berarti melawan) dan biotic berarti lingkungan hidup. Jadi, probiotik adalah mikroorganisme hidup yang sengaja diberikan dengan harapan memberikan efek yang menguntungkan bagi kesehatan inang (FAO/WHO. 2001 dalam ISAPP. 2004)

Tujuan pemberian probiotik dalam budidaya udang adalah untuk memperbaiki dan mempertahankan lingkungan (menguraikan bahan organik, menurunkan / menghilangkan senyawa-senyawa beracun), menekan bakteri merugikan, menghasilkan enzym yang dapat membantu sistem pencernaan, menghasilkan nutrisi yang bermanfaat serta dan meningkatkan kekebalan pada udang sehingga udang dapat tumbuh dengan baik dan tidak mudah stress.

Yang termasuk dalam kelompok organisme probiotik antara lain :

1) Cyanophyta (sistematika lama Cyanobacter) seperti : Spirulina

2) Bakteri :

*
Bakteri heterotrof non pathogen : Bacillus, Lactobacillus, Alteromonas, Cellulomonas, Bakteri denitrifikasi (B. lycheniformis) aerobacter, Bividobacterium, dll.
*

Bakteri ototrof : Bakteri Nitrifikasi (Nitrosomonas, Nitrobacter).
*

Bakteri Fotosintetik : Rhodopseudomonas, Rhodobacter, Rhodococcus, Chromaticeae,

3) Yeast : Saccharomyces cereviceae

4) Actinomycetes

5) Microalgae : Tetraselmis, Chlorella

Namun pada umumnya probiotik yang digunakan untuk tambak udang lebih banyak ditekankan pada bakteri yang menguntungkan. Beberapa istilah yang digunakan selain probiotik antara lain Efektif Mikroorganisme, Benefical bacteria, Probiont, Bioremediasi, Sistem bakteri tergugus, Agen Microbia, dll.

Menurut Poernomo (2004), penggunaan probiotik secara sporadis di tambak udang intensif di Indonesia sudah mulai tahun 1988, namun sejauh itu tidak ada kejelasan baik mengenai isi yang terkandung dalam produk maupun cara aplikasi yang benar, sehingga dampaknyapun tidak menentu dan hasil yang diharapkan masih belum meyakinkan di kalangan petambak. Percobaan secara konsisten terhadap satu jenis produk yang mengandung mikroba Bacillus spp di tambak udang intensif dengan memperhatikan serta menjaga habitat mikroba tersebut secara baik selama siklus pembesaran udang terbukti dapat memberikan hasil yang mantap dan menguntungkan.

Di Cina dan beberapa negara lain sudah meneliti secara intensif penggunaan probiotik untuk akuakultur sejak 1992. Baik yang diberikan melalui pakan (oral) maupun yang diberikan melalui media pemeliharaan. Dari berbagai hasil penelitian tersebut dikatakan bahwa probiotik memiliki pengaruh yang cukup baik bagi hewan yang dibudidayakan antara lain bisa mempercepat pertumbuhan dan lebih kebal terhadap penyakit, sehingga angka kehidupannya menjadi lebih tinggi apabila diberikan melalui oral dicampur dengan pakan. Sedangkan bila diberikan ke dalam air media pemeliharaan dapat memperbaiki kualitas air, menurunkan kandungan bahan organik, menurunkan senyawa metabolit toksic (amonia, nitrit, dan asam belerang), serta menurunkan kandungan bakteri merugikan (seperti Vibrio) sehingga dapat mengurangi kebutuhan air.

Berbagai merk probiotik (bakteri pengurai) yang pernah dan sedang beredar di Indonesia antara lain : AAA, SAA, SAB, ABA, Aquazyme, Argon, Aquaclean, Bactapure, BN-9, Aquabac, Super NB, Super PS, Supervame, BioBacteri, BioPS, BES, White Crane (Biotime, Bio Chip), Starbio, EM-4, Envirostar, Multibacter, Aqua Simba, dan lain-lain.

PERANAN PROBIOTIK DALAM TAMBAK UDANG INTENSIF

Pada tambak udang intensif dengan padat penebaran yang tinggi, pemberian pakan disuplai 100 % dari luar. Hal ini berkonsekuensi terhadap penumpukan sisa pakan, dan ekskresi udang, serta senyawa lainnya di dasar tambak yang dapat menjadi penyebab utama penurunan kualitas lingkungan yang selanjutnya akan menurunkan produktivitas tambak (Subandiono dkk, 2001). Selanjutnya dikatakan, sebagian dari kotoran (bahan organik) tersebut akan larut ke dalam air dan akan mengalami proses degradasi oleh bakteri. Proses perombakan bahan organik di dasar tambak akan terus berlangsung hingga mencapai titik kritis yang menyebabkan terjadinya kekurangan oksigen. Selanjutnya, penguraian bahan organik tersebut akan berjalan dalam kondisi anaerobik yang akan menghasilkan amoniak (NH3) dan hidrogen sulfida (H2S). Kedua gas tersebut bersifat toksik dan dapat menghambat pertumbuhan udang sampai dengan mematikan.

Di samping itu, penumpukan bahan organik dalam lingkungan tambak akan mempercepat perkembangan bakteri baik bakteri yang menguntungkan maupun yang merugikan yang bersifat pathogen atau menghasilkan racun (baik endotoksin maupun eksotoksin). Untuk menekan perkembangan bakteri yang merugikan, dan mencegah timbulnya senyawa beracun, serta untuk mengurangi kandungan senyawa organik dalam lingkungan tambak maka sangat perlu diberikan (diinokulasikan) bakteri yang menguntungkan yaitu probiotik (bakteri pengurai) dan pemasangan aerator yang sesuai.

Pemberian probiotik dalam tambak udang intensif, dilakukan dengan 2 cara, yaitu melalui lingkungan (air media dan dasar tambak) dan melalui oral (dicampur dengan pakan). Masing-masing mempunyai tujuan yang berbeda namun intinya diharapkan memiliki pengaruh yang baik pagi pertumbuhan udang.

Pemberian probiotik melalui lingkungan (air media dan dasar tambak) bertujuan :

  1. Untuk memperbaiki dan mempertahankan kualitas air dan dasar tambak, mengoksidasi senyawa organik sisa pakan, kotoran udang, plankton dan organisme yang mati.
  2. Untuk menurunkan senyawa metabolit toksic seperti amoniak, nitrit dan H2S.
  3. Mempercepat pembentukan warna air (plankton) serta menjaga kestabilan plankton.
  4. Menurunkan / menekan bakteri yang merugikan seperti vibrio

ref : http://budidayaperikanan.blogspot.com/

Infusoria Culture

Sunday December 30, 2007
Looking for a perfect infusoria culture? Bill, one of our forum regulars, shares his. It’s well worth trying!

“Okay, here goes, I’m about to reveal my secret for the perfect infusoria culture, it has been a tight secret for a very long time and now you are about to recieve it. I only ask that when it works and you show your friends credit me please, as the GOD that I am.

Just take an ordinary pint jar and fill it either with water from a filter that has been in a tank going for at least a year, or more easily pull over to the side of the road and gather some water from a canal or pond.

Go to the grocery store and buy a turnip. Yes, a turnip. Peel the turnip, cut the white inside part into small 1/2 inch squares. Take the pint of water and drop two of these squares into the water,they will float like ice cubes. Eat the rest of the turnip, they are very healthy and taste wonderful raw. After 5-6 days the turnip pieces will have started to decompose and will be filled with visible infusoria. I take a three cc syringe and put the open tip onto a floating turnip cube and push it gently just under the surface drawing water into the syringe from the side of the turnip. If you take a clear shot glass or similar vessel, and fill it with the water you just gathered from the turnip cube you will see hundreds if not thousands of tiny one celled creatures moving about. Simply dump this into the fry tank a few times a day. Zebra danios can take newly hatched brine shrimp from 2-3 days old and the infusoria will get them off to a smashingly strong start.

On keeping the culture going, just get a second pint jar, fill it with water from the aquarium, put two cubes in it, wait two or three days and draw out some infusoria from the first jar to inoculate the next. You can keep cultures going till the end of time like this.

The advantage of doing it this way is that you will always have a clear culture, no green water, no stink, perfect culture.

Have fun, Bill”

http://freshaquarium.about.com/b/2007/12/30/infusoria-culture.htm

How To Cultivate Green Water From Scratch

It’s really quite simple. Just bare in mind a couple of things:

1. BB (Beneficial Bacteria) found in an established filter/tank’s water will compete with algae for ammonia and usually win the battle. No BB in your setup please.

2. Provide natural sunlight. If you need to use artificial lighting, make sure the lamp’s output is “daylight”, (6500 Kelvin). You’re on your own if you think “bluish overcast sky” (> 10000 Kelvin) is natural daylight. The lamp must also be intensely bright. Ideally use a Metal Halide lamp if you can bare the heat or have a large tub. You can use a compact florescence lamp (PL Lamp) too if your tub is relatively small and shallow. Most, if not all, normal florescence lamp (FL lamp) will not work, as their output intensity is not strong at all. Make sure there’s UV shield protection; UV kills algae.

3. Go for high ammonia level initially. To some extend the high ammonia level will inevitably stress your fish so start off with some cheap healthy fishes please.

So long as you bare the above in mind, cultivating green water is easy. You just need a little patient as green water does not appear overnight, or we’ll have puddles of green water all over town — areas around your neighborhood wet market, by the Fountain of Wealth at Suntec City, etc. Give it about 2 weeks to appear. Once you get green water, they will bloom much quicker when you use some old green water to seed fresh clean tap water.

Clean your tub/tank. Scrub it clean using detergent/alcohol/atomic bomb or whatever method you desire making sure you have killed all the BB that were previously thriving in it. All right, washing the tank with tap water should do it nicely… but if you’re kiasu, soak the tank with a solution of a few hundred grams of PP to make sure.

Next, fill up the tank with clean, duly de-chlorinated, tap water. Don’t use any of your old water! (Refer point no. 1)

Put an air-stone in the tank to aerate and circulate the water. (Refer point no 1 again and you should know your old air-stone is a bedding ground with BB in it. Thoroughly clean it, or just buy a new one. Doh.)

Put a few cheap and healthy fishes in it. If you use sick feeder goldfish, the water will turn brown instead! Use good cheap and healthy fish only!

Turn on the lamp for as long as you like. Oh great, we’re stressing the poor fishes again. I am covering up my backside by reminding you, once again, to use your cheap fishes! tongue.gif

Okay you’re ready and all you have to do now is wait patiently. Feed as per normal. Ideally feed with bloodworms, or Hikari Lionhead pellets. Don’t take your chances by feeding pellets containing PSB (such as Chroma.) Observe carefully over the following days. Discard the water if it turns brown. When the water is lightly tinted or you’re somewhat colour blind, green can looks brown. So how? Just find a small all-white ceramic cup and fill it with about 1 inch of your green/brown water in it. The true colour will show up clearly especially when you compare it with another identical cup filled with clear water.

IPB Image

After about 2 weeks you should get intensely green water. Siphon out 10% into a small pail. Discard the rest and start again. This time you should get obvious green within 3 days.

Once you’re satisfied that you can reset your green water reliably, i.e., changing intense green and seeding 10% to restart again and having to repeat it in a week’s time, you can finally put your prized fishes in it.

Er…. hello… no where in my above rumbling did I mention anything about the use of an OHF, canister filter, IOS filter, sump filter, coffee bag filter etc. So… bury your expensive bio-filtration toys in the storeroom if you want to use green water. Why? Refer to point no. 1 again. mad.gif

Oh yeah, read up the various discussions in this board on green water to understand its behaviour as this post merely touches on how to cultivate green water. Using it correctly is beyond its scope.

http://www.rafflesgold.com/forums/index.php?showtopic=435

Ngedownload di torrentreactor dot net

www.torrentreactor.net

file torrent adalah file yang memungkinkan kita mendownload sesuatau yang kita inginkan dengan teknologi “peer too peer”. Dan file yang qita download dari file torrent ini merupakan hasil bajakan asli dari
internet, entah berasal dari komputer dunia dari belahan negara mana!!!!

Tapi jika kamu ingin mendownload program yang kamu cari secara lengkap,

1. download-lah acceselerator buat file torrent bernama “Bit Comet” atau “uTorrent” di www.download.com
2. download file torrent di http://www.torrentz.com, www.torrentportal.com, www.torrentreactor.net.
3. jalankan aplikasi Bit Comet, buka file ber extensi *.torrent, tentukan destination for saving file, trus OK!
4. tinggal tunggu sampai downloadnya selesai deh!!!

kecepatan download bergantung pada server "peer to peer" di internet, juga tergantung pada koneksi internet yang anda gunakan. Ini bisa menjadi solusi jika, anda ingin mencari cd software/game,game terbaru maupun lama yang sudah dibajak dan di sharing secara gratis di internet.

sumber :
http://webforum.plasa.com/archive/index.php/t-31156.html
http://forum.brawijaya.ac.id/index.php?action=vthread&forum=5&topic=1467&page=2

plankton perairan

Keberadaan Zooplankton dalam Budidaya)

Pentingnya Pakan

Didalam proses kehidupan, semua makhluk membutuhkan bantuan dari pihak lain baik itu disengaja ataupun tidak. Seperti halnya untuk bisa hidup, semua makhluk memerlukan makanan dan makanan itu berasal dari makhluk hidup yang lain, sehingga dalam hidup mesti harus ada keterkaitan, baik itu manusia, hewan dan tumbuhan. Tidak dipungkiri apabila sesuatu yang biasa kita makan ataupun makhluk hidup lain makan itu hilang dari muka bumi, tentunya kita akan sulit untuk mencari penggantinya, tapi tidak heran juga kalau ada yang masih bertahan karena bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.

Dalam hal budidayapun demikian. Biota yang akan dibudidaya memerlukan makanan untuk kelangsungan hidupnya, baik itu berasal dari jenisnya sendiri (kanibal) ataupun dari jenis tumbuhan atau hewan lain. Sehingga sebelum kita lebih jauh terjun dalam dunia budidaya baik itu ikan, udang atupun lainnya kita harus sudah tahu apa yang akan menjadi kendala dan apa yang akan kita lakukan, serta hal penting apa yang harus kita lakukan agar yang kita lakukan berjalan dengan lancar. Pakan merupakan salah satu hal penting yang harus diperhatikan dalalm hal pembudidayaan karena hal itu akan berkaitan dengan keberlangsungan hidup biota.

Macam- macam Pakan

Berdasarkan makanannya, ikan dibedakan menjadi 5 golongan, yaitu :

1.Pemakan Tumbuh-tumbuhan (herbivora)

Ikan herbivora makanan pokoknya terutamaterdiri dari bahan asal tumbuh-tumbuhan (nabati), beberapa contoh diantaranya adalah ikan tawes (Puntius javanicus), ikan nilem (Osteochilus hasselti), ikan bandeng (Chanos chanos), dan lain-lain.

2.Pemakan daging (karnivora)

Ikan dari golongan karnivora makanan utamanya terdiri dari bahan asal hewan (hewani) seperti : Ikan gabus (Ophiocephalus striatus), ikan kakap (Lates calcarifer), ikan kerapu (Epinephelus spp.), dan lainnya

3.Pemakan segala/ campuran (omnivora)

Ikan omnivora makanan pokoknya bisa berasal dari tumbuhan ataupun dari hewan, contoh ikannya diantaranya adalah ikan mas (Cyprinus carpio), ikan mujair (Tilapia mosammbica), ikan gurami (Osphronemus goramy) dan lainnya.

4.Pemakan detritus (hancuran bahan organik)

Ikan pemakan detritus merupakan golongan ikan yang makannanya berasal dari hancuran sisa- sisa bahan organik yang sedang membusuk di dalam air baik berasal dari hewan ataupun tumbuhan baik dari biota tingkat tinggi ataupun tingkat rendah. Contoh ikanya antara lain adalah ikan belanak (Mugil spp.), ikan karper dari india (Labeo dan Cirrhina) dan lainnya.

5.Pemakan Plankton

Ikanpemakan plankton merupakan jenis ikan yang ketika hidupnya memakan plankton baik plankton nabati (fitoplankton) ataupun plankton hewani (zooplankton)

Plankton Sebagai Pakan

Jenis- jenis pakan alami yang dimakan oleh ikan sangat bervariasi, tergantung pada jenis ikan dan tingkat umurnya. Burayak ikan yang baru saja belajar mencari makan, pertama-pertama yang mereka makan adalah plankton. Bahkan ada juga beberapa ikan yang tetap setia sebagai pemakan plankton sepanjang hidupnya. Dalam usaha budidaya kita biasa menggunakan pakan alami plankton.

Plankton adalah jasad renik yang melayang di dalam kolom air mengikuti gerakan air. Plangton dapat dikelompokkan menjadi dua :

1. Fitoplankton, jasad nabati yang dapat melakukan fotosintesis karena mengandung klorofil; terdiri dari satu sel atau banyak sel.

2. Zooplankton, jasad hewani yang tidak dapat melakukan fotosintesis zoo-plankton memakan fitoplankton. Zooplankton juga merupakan Jasad hewani miko yang melayang di dalam air yang pergerakannya dipengaruhi arus. Zooplankton adalah kategorisasi untuk organisme kecil yang termasuk protozoa kecil dan metazoa besar. Zooplankton metazoa penting, termasuk Cnidaria seperti Ubur-ubur, Crustacea seperti Copepoda dan Krill Moluska seperti Pteropoda dan Chordate.

Beberapa jenis plankton yang dibudidaya untuk pakan alami antara lain:

·Fitoplankton

oDari golongan Diatom yang sering dibudidayakan sebagai pakan adalah Chaetoceros calcitrans, Skeletonema costatum, Phaeodactylum tricornutum, Nitszchia closteriumCyclotela mana dan Navicula sp.

oDari golongan Chlorophyceae diantaranya Chlorella sp, Monas sp, Chlamydomonas sp, Platymonas tertratele, Isochrysis sp., Monochrysis sp., dan Dunaliella terteolecta.

·Zooplankton

oRotifera, terutama Brachionus sp.

oCladocera, terutama Moina sp., dan Daphnia sp.

oBrachiopoda, terutama Artemia sp.

oBerbagai macam zooplankton lainnya seperti infusoria (paramecium), jentik- jentik nyamuk, anak tiram, anak tritip (Balanus sp), anak bintang laut (Arbacia sp.), dan lain-lain.

Dengan membudidayakan plankton secara intensif, maka kita akan dapat menyediakan makanan burayak dalam jumlah yang cukup, tepat waktu, dan berkesinambungan. Oleh karena itu, dalam usaha pembudidayaan udang, kerang dan ikan ataupun kepiting, perlu kita selenggarakan pula pembudidayaan plankton sebagai persediaan makanan burayak.

BudidayaZooplakton

Adapun beberapa glongan dari zooplankton yang digunakan sebagai pakan alami dan perlu dibudidayakan sebagai pakan alami burayak diantaranya adalah :

1.Budidaya Infusoria

Infusoria adalah salah satu kelas dari philum Protozoa. Dalam kelas Infusoria ini kita mengenal subkelas Ciliata, yaitu kelompok hewan-hewan bersel satu yang berbulu getar (silia). Beberapa jenis Ciliata yang sering kita dengar adalahParamaecium caudatum, Colpoda cicullus, Didinium nasutum, dan colpidium campylum.

Infusoria umumnya hidup di air tawar, misalnya di sawah-sawah yang banyak jeraminya.Namun ada juga diantaranya yang hidup di air laut. Makananya terdiri dari bakteri, protozoa lain yang lebih kecil, ganggang renik, ragi dan detritus yang halus. Oleh karena itu Infusoria biasanya menghuni perairan-peraiaran yang tercemar, yang sedang mengalami proses pembusukan yang berat.

Paramecium relatif berukuran besar (80 – 350 mikron). Dengan mata telanjang nampak seperti bintik putih yang berrgerak-gerak. Bentuknya yang mirip sandal sehingga banyak yang menyebutnya binatang sandal. Seluruh permukaan tubuhnya berbulu getar dan dipakai juga sebagai alat gerak, muluitnya berupa lekukan yang terletak pada ujung tubuh yang lancip.

Colpoda tubuhnya sedikit pipih, cembung pada bagian punggung dan datar pada bagian perut. Lubang mulut sel mengrah ke depan dengan dikelilingi bulu getar. Didinium berbentuk agak bulat panjang, dengan bulu getar tersusun dalam rangkaian. Ujung depan tubuhnya mempunyai bangunan seperti krucit yang menonjol. Sedangkan Colpidium berbentuk lonjong dengan lubang mulut sel terletak ditengah-tengah tubuh.

Untuk pengembangbiakan bibit Infusoria (khususnya Ciliata) dapat di jumpai di alam, dengan cara menggunakan pipet panjang, beujung halus dan berbola penyedot yang besar. Karena Infisoria suka bereang –renang bebas di antara akar-akar tanaman air (seperti Teratai dan Eceng gondok), lagi pula ia tidak suka terhadap sinar matahari langsung.

Dengan alat tersebut kita meyedot air langsung pada sarangnya. Air yang telah disedot ditampung dibotol dan diamati di mikroskop apakah terdapat bibit Infusoria atau tidak.

Untuk mempermudah pengamatan Ciliata yang bergerak lincah perlu dihambat dengan serabut kapas, serabut kertas lensa, agar-agar, selatin, atau tragakan. Selain itu dapat juga digunakan metil selulose (10 g metil selulose dalam 90 ml air suling). Apabila kita sudahmendapatkan bibitnya selanjutnya dapat kita tularkan dalam media panangkaran.

Untuk penangkaran bibit tersebut, kita dapat menggunakan air rebusan jerami. Media tersebut dibuat dengan merebus 70 g jerami kering yang telah dipotong kedalam air suling selama 15 menit. Setelah dingin kita saring dan diencerkan dengan air suling lagi sampai volume 1,5 L.

Selain air rebusan jerami, kita juga dapat menggunkan media lain seperti air rebusan kacang panjang, air rebusan kecambah, air rebusan daun selada, atau air beras.

Setelah kita mengetahui media dan bibitnya, maka media yang telah kita buat diencerkan lagi dari 10 ml ke 100 ml kemudian dituangkan ke cawan petri dan bibit Ciliata yang sudah ada kita masukan. Cawan petri ditutup dengan kain sutra dan disimpan ditempat yang gelap dengan suhu berkisar 280 C. Setelah 1-2 minggu biasanya bibit telah berkembang menjadi banyak.

Ciliata yang sudah banyak inilah yang kita gunakan sebagai pakan dari burayak-burayak ikan yang kita pelihara, terutama burayak yang sedang beralih makanan dari fitoplankton ke zooplanktone. Apabila medium bididaya sampai berbau busuk, maka perlu penggantian air. Air yang lama kita buang perlahan dengan selang secara bertahap, yang kemudian kita masukan air baru dengan menggunakan selang juga, sampai volumenya kembali seperti volume awal.

2.Budidaya Brachionus

Branchionus adalah hewan renik panktonik termasuk dalam philum Trochelminthes, kelas Rotatoria (rotifera) subkelas Monogononta, ordo Notomatida, subordo Hydatinia, family Branchiodae. Beberapa jenis yang kita kenal antara lain adalah Brannchionus plicatilis, B. pala, B. angularis, B. mollis, B. kuadratis, dan B. puncatus.

Ukuran tubuhnya antara 50-300 mikron dengan struktur tubuh yang sangat sederhana. Ciri khas yang digunakan untuk penaman Rotatoria atau Rotifera adalah terdapatnya suatu bangunan yang disebut korona. Korona ini bentuknya bulat dan berbulu getar, yang memberikan gambaran seperti sebuah roda, sehingga dinamakan Rotifera.

Secara alami Branchionus suka memakan jasad-jasad renik yang lebih kecil dari pada dirinya. Antara jenis jantan dan betina terdapat perbedaan bentuk yang menylok, dimana yang jantan ukurannya lebih kecil dari betina. Perkembangbiakan secara partenogenesis dan dalam 8-12 hari dapat menghasilkan sebanyak 5 butir telur.

Hewan ini dapat ditemukan diperairan tawar, payau,atau laut yaitu tergantung jenisnya. Penangkapan hewan ini bisa menggunakan plankton net. Setelah didapat kita tempatkan pada tempat pembibitan agar menjadi banyak. Tempat pembibitan kita buat dari air rebusan kotoran kuda atau pupuk kandang lainnya. Mula-mula kita rebus 800 gr kotoran kuda kering kedalam 1 L air. Setelah mendidih selama 1 jam kita dinginkan dan disaring. Air saringan kita encerkan dengan air hujan yang telah di rebus dengan volume dua kali lipat rebusan kotoran kuda. Media yang sudah jadi kita masukkan kebotol ukuran 1 galon dan kita tulari bibit protozoa dan ganggang renik sebagai pakan Branchionus, seelah 7 hari baru kita masukkan bibit Branchionus. Biasanya bibit akan berkembang baik setelah mencapai waktu 1-2 minggu.

Cara lain untuk pembibitan yaitu dengan cara menenmpatkannya kedalam medium air hijau (green water) yang sudah terdapat fitoplanktonnya (Chlorella dan Tetraselmis). Setelah beberapa hari maka akan berkambang menjadi lebih banyak dan siap digunakan sebagai pakan burayak.

.

3.Budidaya Kutu Air

Kutu air termasuk dalam udang-udangan renik berfilum Arthopoda, kelas Crustacea, subkelas Entomostraca, ordo Phylopoda, subordo Cladocera. Contoh yang terkenal adalah Moina (100-1000 mkron) dan Daphnia (1000-5000 mikron). Diantara udang-udangan lainnya, kutu air termasuk yang paling primitif.

Ciri umumnya adalah bentuknya gepeng dari samping kesampaing. Dinding tubuh membentuk lipatan yang menutupi bagian tubuh pada kedua belah sisinya, sehingga nampak seperti kerang-kerangan. Diatas tubuh bagian belakang pada cangkang membentuk kantong yang berfungsi untuk tempat penmpungan dan perkembangan telurnya.

Kutu air (khususnya Moina dan Daphnia) hidup pada air tawar, jarang yang hidupnya di laut yaitu Podon dan Evadne. Makananya berupa tumbuh-tumbuhan renik dan detritus dengan cara menggerakkan kaki-kakinya yang pipih. Gerakan tersebut menimbulkan arus yang membawa makanan sampai dekat mulutnya.

Hewan ini biasa hidup pada suhu 22-3o C dengan pH 6,6 – 7,4. Umur biota ini dapat mencapai 30 hari dan setiap 2 hari sekali beranak yang kurang lebih jumlanya 33 ekor untuk Moina sedangkan Untuk Daphnia hanya sampai 12 hari dimana setiap 1-2 hari bisa beranak sampai 29 ekor.

Untuk mendapatkan bibit, kita bisa membelinya pada peternak kutu air yang sekarang sudah diperjual belikan. Biasanya pada Balai Budidaya dan Panti pembenihan udang dan ikan.

Untuk mengamati ada tidaknya bibit disuatu perairan, bisa menggunakan lempengan putih yang kita benamkan ke air. Dengan latar belakang putih, kutu air akan tampak seperti kumpulan awan. Pengamatan akan lebih mudah jika kita mengamatinya pada pagi hari yang cerah. Bibit kemudian ditempatkan pada media penangkarang yang terbuat dari air tawar yang sudah dimasukkan potongn jerami kering dan pupuk kandang masing-masing 0.2 kg/m2 tapi ditunggu setalah berwarna kecoklat-coklatan yang mengindikassikan fitoplankton sudah tumbuh pada media tersebut sebagai pakannya.

Penangkapan bibit harus pagi- pagi dengan peralatan sebuah seser terbaut dari kain saringan plankton. Garis tengah seser 20-25 cm bertangkai 2 m. Pengamatan kita lakukan disekitar kayu-kayu terapung, tunggul pohon atau tanaman yang sedang membusuk. Setelah kita menemukan tempat hidupnya, kita harus segera menangguknya dengan seser. Pada waktu menagguk, kita lakukan sambil membuat olakan sehingga kutu air yang berada dibawah akan naik keatas.

Hasil tangkapan ditempatkan pada ember berisi air tawar 20 L, karena kutu air sensitif terhadap panas maka kita perlu sedia es batu sebagai pendinginnya. Wadah ditutup dan pada tutupnya diberi lubang-lubang.

Bibit yang kita tangkap segera kita masukkan ke bak penangkaran yang telah kita sediakan. Secara berkala (1-2 kali dalam seminggu) air medianya kita pupuk lagi dengan pupuk kandang dengan ukuran yang sama seperti waktu pertama. Apabila kepadatan sudah mencapai 4000 ekor / L, maka kita sudah dapat memanennya yang biasanya dicapai antara 7-10 hari. Apabila hasil panen kita banyak sehingga tdak habis sekali pakai, maka kita bisa menyimpannya pada lemari es “freezer” bukan refrigerator.

4.Budidaya Artemia

Artemia atau “Brine Shrimp” adalah sejenis udang-udangan primitif yang termasuk dalam philum Anthropoda, kelas Crustacea, subkelas Branchiopoda, ordo Anastroca, famili Artemiidae. Hewan ini hidup planktonik pada perairan berkadar garam tinggi ( antara 15-300 permil). Suhu yang dikehendakipun tinggi (antara 25-30o C) degan oksigen terlarut sekitar 3 mg/Ldan pH antara 7,3 – 8,4.

Artemia dewasa mampu mencapai panjang 1-2 cm dengan berat sekitar 10 mg. Anaknya yang baru menetas (nauplius instar 1) panjangnya mencapai 0,4 mm dengan berat sekitar 15 mikrogram. Secara alami makanannya berupa detritus, ragi laut, bakteri, ganggang renik dan biota lainnya yang ukurannya50 mikron kebawah.

Perkembangbiakan dengan biseksual dan partenogenesis. Perkembangan pada jenis biseksual harus melalui perkawainan antara betina jantan. Pada kedua jenis perkembangbiakan tersebut bisa terjadi ovovivipar maupun ovipar.

Ovoviviparitas biasaya terjadi pada keadaan lingkungan yang cukup baik dengan kadar garam kurang lebih 150 permil dengan kandungan oksigen yang cukup baik. Sedangkan oviparitas terjadi apabila keadaan lingkungan nya buruk. Telur yang bercangkang tebal itu memang disiapkan untuk keadaan lingkungan yang buruk, bahkan juga kekeringan. Sementara itu embrio yangberada dalam cangkang beristirahat (diapauze), jika kaeadaan sudah menjadi baik kembali maka telur akan menetas menjadi burayak, yang selanjutnya akan hidup normal seperti biasa.

Artemia dewasa dapat hidup hingga 6 bulan, sementara induk- induk betinanya akan beranak atau bertelur setiap 4-5 hari sekali. Setiap kali dapat menghasilkan 50-300 ekor anak atau telur. Anak-anak Artemia akan menjadi dewasa setelah berumur 14 hari.

Setelah Artemia meninggalkan sejumlah telur, sementara itu keadaan lingkungan tetap saja memburuk maka Artemia rela untuk mati. Tetapi jenis Artemia tidak akan punah karean apabila lingkungan sudah membaik kembali, telur-telur itu akan beramai-ramai untuk menjadi induvidu baru.

Untuk mendapatkan bibit artemia, kita dapat membeli bibit berupa kista (telur artemia) yang diawetkan di kaleng. Dewasa ini yang sering berkembang di indonesia adalah telur Artemia merk Greatwall dari Cina yang merupakan jenis partenogenesis dan merk Bio Marine dari Great Salt Lake yang merupakan jenis biseksual dari Amerika.

Apabila kita telah mendapatkantelurnya, tahap untuk mendapatkan bibit yaitu kita harus menetaskan telur tersebut terlebih dahulu secara khusus. Anaknya yang baru menetas (nauplius) akan dijadikan sebagai sebagai bibit untuk penebaran.

Untuk menetaskan Artemia kita perlu wadah bening dan dengan alas (dasar) berbentuk krucut, sedangkan ukurannya boleh bermacam-macam mulai dari kapsits 3 L sampai 75 liter. Dengan media air laut biasa (kadar garam kurang lebih 30 permil), jumlah kepadatan telur yang kita tetaskan antara 5-7 g/L. Dengan suhu 25-30o C sedangkan kadar oksigennya harus lebih dari 2 mg/L. Oleh karena itu medianya harus kita udarai, baik dengan blower, kompresorataupun aerator yang disambungkan dengan selang plastik dan tidak usah menggunakan batu aerasi dengan pengudaraan secukupnya saja. Selain untuk aerator, aliran udara tesebut juga berfungsi untuk mengaduk telur artemia yang berada dibawah agar tersebar merata.

Untuk merangsang proses penetasan kita gunakan lampu TL untuk pencahayaanyang di tempatkan disamping wadah dengan pencahayaan sekitar 1.000 luks. Dalam waktu 24-36 jam setalah pemasukan telur, biasanya telur-telur itu sudah menetas menjadi anak artemia (nauplius). Selagi burayak masih belum perlu makan (kurang dari 24 jam sesudah menetas), harus kita tangkap. Sebelum penangkapan, pengudaraan harus dimatikan terlebih dahulu. Kemudian bagian atas wadah penetasan kita tutup dengn kain atau plastik hitam, sedangkan bagian bawahnya kita sinari. Setelah itu kita tunggu 5-10 menit.

Dengan cara demkian, maka cangkang telurnya yang telah kosong akan mengapung ke permukaan, sedangkan anak Artemia akan mengumpul ke bawah, karena tertarik dengan pencahayaan. Selanjutnya anak artemia kita sedot dan kita tampung agardan kita cuci (rendam) agar kotoran hilang. Anak Artemia yang sudah bersih itulah yang akan dijadikan sebagai bibit pada Budidaya massal.

Referensi :

Mujiman, Ahmad. 1992. Makanan Ikan. Penebar Swadaya: Jakarta

http://asia.groups.yahoo.com/group/tambakudang_group/message/124

http://www.bppt.go.id/index.php?option=com_content&task=view&id=1733&Itemid=30

http://ikanmania.wordpress.com/2007/12/31/kunci-sukses-budidaya-udang-sistem-tertutup-secara-berkelanjutan/

http://26017951.blog.friendster.com/2008/11/plankton-perairan